Allah Pencipta Alam Semesta menciptakan manusia untuk mengabdi kepada Allah, beserta dunia berikut isinya. Allah menciptakan semua itu, untuk dapat melayani kita supaya kita menghamba kepada Allah SWT.
Banyak orang yang jadi hina dan sengsara karena dia menjadi pelayan budak dia, Allah menciptakan uang supaya kita dapat dekat dengan Allah lewat uang yang dititipkan, agar bisa bersadaqah, zakat dan menolong orang sehingga derajat dia meningkat di sisi Allah. Namun sebaliknya, banyak orang yang menjadikan dirinya hamba uang, demi mencari uang dia sanggup berbuat licik, demi mencari uang dia mencuri, demi mendapatkan uang dia korupsi, padahal jauh sebelum kita dilahirkan rezeki kita sudah diciptakan oleh Allah SWT.
Kalau kita yakin Allah akan mencukupi maka pasti cukup, karena Allah sesuai dengan prasangka hamba-Nya, inilah sebenarnya yang berharga. Banyak orang yang tidak pernah mau berlatih, puas hanya dengan jaminan dari Allah, selebihnya kecewa. Kalau kita ingin dicukupi hidupnya oleh Allah, pantangannya hanya satu Pantang berharap kepada makhluk!. Sebab Allah Maha Pencemburu, Allah Yang Membagikan rezeki tidak suka makhluknya bergantung kepada makhluk, kalau hamba bergantung hanya kepada Allah Wamayyatawakkal ‘allallah fahuwa hasbuh Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluannya). (QS Ath Thalaq [65]: 2-3)
Rezeki tidak selalu identik dengan makanan, uang, pujian tetapi kesabaran juga rezeki Jadi orang yang banyak rezeki jangan dihitung dari orang yang banyak tabungannya, karena tabungan itu dilihat tidak dipegang tidak, rezeki itu adalah bagaimana Allah membimbing kita supaya kita dekat dengan Allah, adakalanya dalam bentuk hutang gara-gara hutang tiap malam menjadi tahajud, adakalanya dalam bentuk disakiti oleh suami, jadi tolong selalu yakini rezeki yang terbesar adalah ketika hijab diangkat menjadi yakin kepada Allah, itulah yang membuat kita terjamin dalam hidup ini.
No Comments Yet